Mengapa perasaan perempuan begitu kuat ? Karena pikirannya terdiri dari perasaan.
Kemarin adalah hal dimana saya mengetahui jawaban.
Mengapa akhir akhir ini saya selalu memimpikanny sedang berbelanja barang baru dan kini akhirnya menjawab beberapa pertanyaan orang sekitar, mengapa, kenapa dan kemana.
Yaaa... mungkin itu persembahan dari semesta, untuk terakhir kali mengingatnya.
Saya biarkan 2 hari untuk mengingat kebaikannya selama ini dan sudah tentu, keburukannya pula.
Sekedar menurunkan foto bersama di ruang tamu.
Mendengar semua lagu-lagu yang pernah terdengar saat bersamanya.
Mengepak semua pemberiannya.
Melihat 1 folder di laptop saya, sebelum saya benar-benar menghapusnya dan saya berjanji tidak akan me restore nya kembali di recycle bin.
Saya biarkan ini semua mengalir apa adanya...
Saya yakin ini adalah yang terbaik untuk semuanya.
Mungkin saya pernah salah, membiarkannya masuk kedalam kehidupan saya.
Saya pernah mengutarakan itu padanya. Saat saya benar-benar lelah atas semuanya.
Lelah atas perbedaan yang terjalin.
Saya pernah mencoba untuk bersamanya ternyata saya menyadarinya bahwa saya tidak bisa dengannya.
Sekedar mengobrol dengannya, duduk makan bersama, mengambil keputusan.
Mungkin, karena dunia kami berbeda kala itu.
Kini... Saya berjanji untuk menutup semuanya rapat-rapat
Karena... kami sudah memiliki kehidupan masing-masing.
Saya dan pasangan saya, dan dia dengan pasangannya kini.
Jujur, saya turut berbahagia atas kabar rencana tahun depan untuk memasuki kehidupan baru, yang sudah dipinta kepada perempuannya. Sudah saya utarakan ucapan saya via email beberapa saat lalu.
Mungkin dia enggan membalasanya, saya hanya bisa menerka-nerka alasannya.
Tapi, biarkanlah itu menjadi jalan kehidupannya kini. Saya ucapkan selamat berbahagia :)
Kenyamanan tidak bisa ditukar dengan apapun, ternyata benar adanya.
Alasan saya masih mencintai Reza adalah sebuah kenyamanan.
Saya juga menyayanginya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karena dia selalu hadir menemani saya dalam peristiwa tersulit maupun hari bahagia di dalam hidup saya.
Yaaa, meski tak banyak orang yang mengetahuinya.
Saya memiliki bahu terbaik yang pernah ada, untuk saya sekedar bersadar.
Kini saya belajar mencintai kehidupannya, seperti berbagi waktu dengan basket. Hahaha .
Kemudian, dia merayu-rayu saya untuk olahraga, sekedar lari 1 lapangan sempur, dia selalu embujuk saya agar mau olahraga.
Sampai suatu saat............
Me : "Kamu nyuruh aku olahraga biar aku langsing ya?"
Reza : "Engga, kamu gendut asal sehat, aku ga apa-apa"
Me : "Ga apa-apa klo aku gendut gini?" Nunjuk lipatan perut.
Reza : "Ga apa-apa, pertama kali ketemu juga udah gendut kan, Ga masalah"
Me : "Masih cinta aku gak klo aku gak gendut?"
Reza : "Cintaa, Sayanggg.. "
Me : "Yaudah aku mau olahraga biar kurus aaah..."
Reza : "Hadiah olahraga itu langsing tapi yang utama itu sehat"
Me : "Aku takut kebaya nya gak cukup entar.... "
Reza : "Hahahahaha......."
Sekedar menikmati jajanan yang saya sukai dan tertawa di pinggir lapangan di akhir pekan.
Karena untuk weekdays , kami memiliki kesibukan sendiri di kantor.
Tapi setiap malam saya selalu menunggu waktu lemburnya berakhir, karena dia berjanji untuk menghubungi saya setelah jam lemburnya usai. Apa saja yang diceritakan sampai terkantuk.
Makan dari pinggiran jalan sekedar pecel ayam, soto, doclang sampai dinner di tempat romantis dengan harga yang nol nya ada banyak sekalipun pernah kami lakukan. Muter-muter pasar becek sampai belanja di mall, satu niat saya adalah melihat seperti apa responnya.
Tapi kini kami bukan lagi sepasang yang kerap mengunjungi kelas saat masih di bangku kuliah. Sekedar melambaikan tangan antara gedung-gedung kampus. Duduk di peron stasiun, melanjutkan kembali obrolan yang sempat terhenti di kampus.
Sekarang, kami adalah sepasang kekasih, yang siap berlayar, sampai berlabuh di pelaminan.
Lalu bagaimana dengan yang lain udah sampai di pelaminan? Ga masalah, kebahagiaan seseorang kan beda-beda. Saya disini bahagia bersama orang yang bisa diajak berjuang untuk menabung dan belajar bersama menuju kesana.
Mungkin suatu saat tidak megah, satu niatan kami, diridhai Allah dan direstui orang-orang sekitar yang menyayangi kami, dan mudah-mudah an kelak bisa menampung semua kerabat kedua pihak keluarga. Apalagi undangan papah. Ooooooh .. pasti banyak sekali kerabatnya... Kapan ? Masih rahasia donggg.
Tapi yang paling membahagiakan bulan ini adalah...................
Sekarang kita punya rumah impiaaan. Yuhuuuuuu !!!
Masih dengan kondisi original, yang penting punya rumah baru, dan posisinya di hook ....
Yaaah walaupun belum diapa-apain, dan masih bingung juga mau diapain ini rumahnya ...
Pokoknya...... Alhamdulilllah , alhamdulillah ya Allah... :")
Kami berjanji untuk menengok rumah kami tiap akhir pekan , dan tentu menyicilnya tiap bulan.. Hahaha
Minggu ini di tengok biar ada foto di depan rumah barunya :)
I was born to tell you I love you :)
Masa-Masa PDKT tahun 2009-2010
Menemani Reza Aprildarma sidang 14 Oktober 2013 (foto kanan,bawah)
Reza menemani saya sidang 21 Oktober 2013 (foto kanan atas)
Kami diwisuda 8 Desember 2013, di JCC . (foto kiri)
Reza Aprildarma , ST & NR Noor Annisa HD , S.Kom
Ulang tahun Reza, 30 April 2014
Dia yang selalu mengajak olahraga biar sehat katanya :)
Fotobox .. Juli 2014
Sebuket bunga 4th Anniversarry - 21 Juli 2014
Taman Safari Indonesia - Cipanas Puncak Bogor ,
Bersama Keluarga besar mamah, 30 Juli 2014
Kata mereka disekitarku ....
"Kalau sudah menemukan orang yang dapat memahami kehidupan kamu,anggap saja yang lalu, ga penah ada." - mas ando-
"Jangan sampe retak ya hubungannya, bukan berjuang untuk masa depan tapi selamat datang masa depaan" - tante rida-
"Caa , loe lebih cocok sama Reza, Keliatannya lo lebih nyaman dan gak kaku" - Mas Jamal
"Ternyata punya pasangan itu, yang enak dilihat yaa.. Hahaha" -wa adri-
"Loe terbiasa dengan keadaan apapun sama reza, pantas saja lo memperjuangkannya" - Teh Nia